Minggu, 08 April 2012

Belajar Dari Kupu-Kupu


Seseorang menemukan kepompong kupu-kupu. Suatu hari dia melihat lubang kecil muncul pada kepompong tersebut. Dia duduk mengamati beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang itu memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu itupun keluar dengan mudahnya, namun tubuhnya kembung dan kecil dengan sayap-sayap yang mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat sayap-sayap tersebut akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu tersebut, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi semuanya tak pernah terjadi.Kenyataanya kupu-kupu itu malah menghabiskan seluruh waktunya untuk merangkak dengan tubuh kembung dan sayap-sayap yang mengkerut.Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu ternyata adalah jalan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa, sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.


Kadang-kadang perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan mungkin itu justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita inginkan. Kita mungkin tidak akan pernah “terbang”.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon kekuatan, tetapi Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan,tetapi Tuhan memberikan berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. Kita memohon kemakmuran, tetapi Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya untuk mencapai kemakmuran. Kita memohon keteguhan hati, tetapi Tuhan memberi bencana dan bahaya untuk diatasi. Kita memohon cinta, tetapi Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. Kita memohon kemurahan dan kebaikan, tetapi Tuhan memberi kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing kita. Kadang Ia tidak memberikan yang kita minta, tapi yang pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Kebanyakan kita tidak mengerti atau mengenal, bahkan tidak mau menerima rencanaNya. Padahal justru itulah yang terbaik untuk kita. Tetaplah berjuang dan berusaha. Jika itu yang terbaik, maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.

sumber : daunlontar.com

Bukalah Pikiran Anda


Be OPENMINDED . . . pikiran itu seperti parasut, ia hanya akan bekerja jikalau "parasut" itu terbuka . . . !

Bila parasut tetap tertutup, maka parasut itu tidak ada gunanya, malaha menjadi sangat berbahaya karena pemakainya akan jatuh terhempas ke bumi yang dapat menyebabkan kematiannya. Tetapi bila parasut tersebut terbuka saat dipakai, maka orang itu akan selamat mendarat di bumi.

Nah pikiran kita fungsinya sama seperti parasut tersebut. Bila pikiran tertutup, artinya tidak mau menerima pendapat orang lain, maka orang tersebut tidak akan maju, karena ia hanya mengandalkan kemampuan pribadinya. Tetapi bila ia mau membuka pikirannya dan berdiskusi dengan banyak orang, maka pikiran orang tersebut akan semakin terisi dengan berbagai pengetahuan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan lain-lain.

Agar ‘parasut’ pikiran kita dapat terbuka dengan mudah, maka kita perlu rendah hati, mau menghargai orang lain, dan selalu berpikir positip.


Oleh Wahyu Kushardiyanto
 

Akibat Tertawa


1x tertawa sakit kepala hilang
2x tertawa bencipun sirna
3x tertawa masalah lari
4x tertawa penyakit sembuh
5x tertawa jadi awet muda
6x tertawa hati penuh sukacita

Bila kita tertawa maka di dalam tubuh kita akan terbentuk hormon endorphin yang berfungsi untuk membuat otot menjadi rileks, sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi meningkat dan kadar Oksigen dalam darah juga naik. Jadi memang benar bahwa tertawa itu menyehatkan dan merupakan salah satu dokter terbaik di dunia, yaitu dokter Gembira.

Kita dapat tertawa karena pikiran kita dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan, tidak ada beban lagi yang menakutkan dan membatasi kita, semuanya menjadi bebas lepas. Dan bila emosi kegembiraan itu kita lepaskan dalam bentuk tawa, maka dampaknya luar biasa karena dapat membuat sakit kepala menjadi hilang, rasa benci pun menjadi sirna, masalah yang sedang kita hadapi lari menyingkir, segala penyakit menjadi sembuh, kita tetap awet muda, dan juga mendapatkan hati yang penuh sukacita.

Karena itu tertawalah atau tersenyumlah pada semua orang, termasuk juga pada orang-orang yang telah menyakiti kita. Hal ini jelas akan memperbaiki hubungan kita dengan orang lain, menjadikan suasana gembira, membuat hidup kita bergairah kembali sehingga semuanya dapat kita jalani dengan penuh semangat.


Oleh Wahyu Kushardiyanto

Alvia Al-Hadi, Mandiri Berkat Keladi Tikus


Ada begitu banyak anak muda Indonesia yang sukses dengan entrepreneurship. Alvia Al-Hadi merupakan salah satu di antara banyak anak muda tersebut yang menjadi salah satu pusat perhatian publik dalam event megah Wirausaha Mandiri 2011. Pemuda 21 tahun ini tengah naik daun berkat usahanya mengolah tanaman keladi tikus. Tanaman bernama Latin, Typhonium Flagelliforme yang banyak diteliti dan dibuktikan secara ilmiah dapat memerangi pertumbuhan sel-sel kanker.

Adapun ciri-ciri tanaman keladi tikus ialah golongan rerumputan, menyerupai talas. Keladi tikus juga cenderung tumbuh berumpun. Tanaman keladi tikus yang baru tumbuh memiliki daun yang biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Keladi tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak panah.

Adi-begitu pemuda ini disapa- ialah seorang mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak yang semula belum mengetahui khasiat medis keladi tikus. Minatnya kepada tanaman sejenis talas tersebut berawal dari rasa ingin tahunya setelah mendengar dari temannya bahwa tanaman ini menjadi fokus penelitian pengobatan kanker beberapa ilmuwan. Salah satu negara asal ilmuwan yang pernah meneliti khasiat anti kanker keladi tikus ini ialah Malaysia. Seorang warga Indonesia bernama Drs. Patoppoi Pasau diketahui telah mengadakan penelitian tentang keladi tikus yang pertama (1995) dan hasilnya mampu membantu banyak penderita kanker untuk bertahan hidup.

Begitu mengetahui khasiat keladi tikus yang dahsyat, Adi tak ragu untuk menjadikannya sebagai sebuah peluang bisnis emas. Bekerjasama dengan UKM yang menghasilkan obat-obatan berbahan dasar tanaman berkhasiat tersebut, Adi membudidayakan keladi tikus. Perguruan tinggi tempat Adi menuntut ilmu pun seolah tak mau berpangku tangan membiarkan mahasiswa kreatifnya ini berusaha sendiri. Politeknik Negeri Pontianak memberikan Adi bimbingan dan bantuan keuangan yang memungkinkan usaha skala kecil tersebut dapat berkembang lebih besar.

Perjalanan Adi mengeksplorasi dunia bisnis keladi tikus cukup berliku-liku. Ia harus menemukan cara yang aman dan sehat untuk mengkonsumsi keladi tikus. Ia pun harus berjuang menemukan beberapa mitra untuk usaha produksi dan pengemasan keladi tikus menjadi bentuk kapsul.

Usaha distribusi menjadi fokus berikutnya setelah usaha produksinya cukup mapan. Adi bekerja keras mendapatkan penyalur kapsul-kapsul keladi tikus produksinya ke pasar yang seluas-luasnya. Berkat kegigihannya, produk keladi tikus buatannya telah menembus seuruh provinsi di tanah air.

Alvia Al-Hadi menjadi salah satu teladan bagi generasi muda kita untuk sedapat mungkin mengolah potensi alam yang melimpah ruah. Dengan usahanya tersebut, Adi tak hanya memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri sebagai seorang mahasiswa secara Mandiri tetapi juga mendapat peluang untuk membuktikan bahwa anak muda meski masih minim pengalaman dan pengetahuan yang bisa menekuni bahkan mencetak prestasi di dunia entrepreneurship sejak dini.

Sumber : okezone.com

Rencana Penting, tapi Tindakan Lebih Penting


Membuat rencana amat diperlukan, membuat keputusan yang tepat itu hebat, tetapi semua sia-sia tanpa action. Jadi melakukan tindakan itu luar biasa.

Jika anda gagal membuat rencana, maka berarti anda membuat rencana untuk gagal. Pernyataan tersebut tepat sekali, tanpa rencana kita tidak memiliki persiapan apa pun, sehingga kegagalan jelas sudah di depan mata, tinggal menunggu waktu saja.

Pada setiap tindakan yang akan kita lakukan, pada umumnya kita memliki beberapa alternatif. Agar dapat dilaksanakan tentu saja kita perlu melakukan proses pengambilan keputusan untuk menentukan alternatif terbaik. Bila anda berhasil melakukan hal ini berarti anda adalah seorang pembuat keputusan yang hebat.

Tetapi kedua hal tersebut, perencanaan dan pengambilan keputusan, masih di atas kertas dan belum menjadi kenyataan. Untuk mewujud-nyatakannya maka diperlukan suatu action atau tindakan. Nah … tanpa tindakan semuanya akan sia-sia; orang banyak mengatakannya sebagai NATO (No Action Talk Only). Jadi jelas melakukan tindakan merupakan hal yang luar biasa.

Selamat melakukan action atas setiap rencana yang telah anda buat ! Lakukan segera dan jangan tunda lagi !


Oleh Wahyu Kushardiyanto

Keruk Hingga Rp9 Juta/Bulan dari Bisnis Jilbab

Peluang membuka bisnis jilbab dan baju muslim saat ini cukup menjanjikan. Apalagi sekarang pakaian-pakaian muslim sudah didesain dengan mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak terkesan kaku dan kuno lagi.

Selain menambah pesona bagi yang memakainya, jibab dan pakaian muslim pun mampu melindungi dari sengatan sinar matahari yang langsung mengenai kulit. Sehingga menjadikan teduh bagi yang mengenakannya. Menjamurnya komunitas-komunitas penyuka model busana muslim pun membuat bisnis ini perlu diperhitungkan.


Tentunya, ini akan menjadi peluang yang menguntungkan dalam berbisnis. Apalagi, membuka usaha jilbab dan busana muslim di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Dikutip okezone dalam buku bertajuk 99 Bisnis Anak Muda karya Malhayanti dan Hendry E Ramdhan terbitan Penebar Plus, buku tersebut menguak rahasia untuk bisa merambah bisnis jilbab dan busana muslim.

Malhayanti mengatakan, dalam memulai bisnis ini perlu kesiapan yang matang, karena merupakan suatu yang bijaksana. Pada dasarnya memang persiapan tersebut cikal bakal semua jenis usaha.

"Momentum seperti hari raya keagamaan bisa dimanfaatkan, karena ketika hari raya orang cenderung mencari model-model jilbab dan busana muslim terbaru dengan harga yang terjangkau," bebernya.

Memulai Bisnis

Bagi Anda yang akan membuka usaha jilbab dan busana muslim pengetahuan tentang pakaian muslim yang syar'i (sesuai aturan agama) adalah hal mendasar. Selain mengikuti perkembangan mode, harus tetap menjaga nilai-nilai dan norma agama.

Maka dari itu, hal yang perlu diperhatikan juga sebelum membuka usaha jilbab dan busana muslim antara lain terlebih dahulu melakukan survei harga, modal, dan tempat. Pemasaran dan penyampaian lewat mulut ke mulut adalah promosi yang dinilai cukup efektif dan tidak memakan biaya. Contohnya menyampaikan produk tersebut dimulai dari keluarga, dan kawan terdekat.

Modal awal

Untuk modal awal persiapan membuka toko, jika ditotal secara keseluruhan diperlukan modal sekira Rp8,7 juta. Rinciannya, untuk membeli etalase diperlukan Rp5 juta untuk membeli manekin (patung pajangan) sebanyak empat buah Rp200 ribu dengan harga per buah Rp50 ribu, lemari panjang dan hanger Rp3 juta dan papan nama Rp500 ribu. Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500 dengan metode penyusutan garis lurus.

Perkiraan laba

Jika asumsi per hari mendapat laba Rp300 ribu, maka Rp300 ribu dikalikan 30 hari dan hasilnya sebulan dapat mencapai Rp9 juta. Dari perkiraan laba yang diperoleh per bulan Rp9 juta, diperkirakan laba bersih yang akan diperoleh sebanyak Rp2.818.700 setelah dikurangi pengeluaran biaya-biaya jika ditotal Rp6.181.300.

Di antaranya seperti penyusutan peralatan Rp181.300, sewa tempat Rp1 juta, pembelian barang Rp3 juta gaji satu pegawai Rp800 ribu, promosi (membuat stiker, papan nama, sablon, pulsa) Rp300 ribu, listrik Rp400 ribu, transportasi Rp300 ribu, dan lain-lain Rp200 ribu.

Jadi, perkiraan laba per bulan sekira Rp9 juta dikurangi pengurangan pengeluaran biaya-biaya sebesar Rp6.181.300. Sehingga laba bersih yang akan diterima adalah Rp2.818.700.

Perkiraan modal kembali

Dalam buku tersebut dipaparkan, perkiraan modal akan kembali selama kurang lebih tiga sampai Empat bulan. Jika dihitung berdasarkan, modal awal dibagi laba bersih akan menghasilkan berapa bulan modal itu bisa kembali, Rp8,7 juta : Rp2.818.700 = 3,1 bulan. (ade)

Sumber : okezone.com

Lakukanlah


Mengetahui tidak cukup, kita harus mengaplikasikannya.
Ingin saja tidak cukup, kita harus melakukannya (Goethe).


Untuk mencapai suatu hasil, kita tidak dapat hanya dengan mencanangkannya di dalam pikiran atau di atas kertas saja. Tetapi semua rencana tersebut harus diwujudkan dalam suatu tindakan nyata, artinya kita harus melakukan action !

Tanpa action, semuanya tetap hanya menjadi impian saja. Nah. … inilah salah satu kunci sukses yang perlu kita lakukan. Goethe mengatakan bahwa ingin saja tidak cukup, tetapi kita harus melakukannya.

Dalam hal lain, Goethe juga mengatakan bahwa bila kita baru mengetahui, itu masih belum cukup, karena semuanya akan menjadi sia-sia bila kita tidak mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan juga bagi orang lain.

Jadi semua yang kita tahu perlu diaplikasikan, dan yang kita inginkan perlu ditindaklanjuti dengan tindakan, sehingga semuanya dapat memberikan dampak yang nyata. Marilah kita mulai bertindak ! Lakukanlah !


Oleh Wahyu Kushardiyanto

Allah Maha Tahu yang Terbaik Bagi Kita


Ada seorang raja yang selalu hidup sejahtera tanpa merasa kekurangan, tiada rasa sakit, resah bahkan gelisah.dan ia selalu didampingi penasehatnya yang bijak bestari yang selalu mengatakan, "takdir Allah pasti yang terbaik untuk kita".

Pada suatu hari Sang Raja mengupas sebuah apel,.suatu pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya, yang akhirnya teririslah jari tangannya. Karena tak pernah merasakan kesakitan maka jari yang terluka itu amat menyiksanya. Kemudian dipanggilah sang Penasehat

Sang Raja menanyakan perihal kejadian tersebut, "Wahai penasehat, dengan luka ini apakah memang benar takdir Allah yang terbaik untuk kita?"

Menghadapi hal itu penasehat tetap mengatakan, "Takdir Allah pasti yang terbaik untuk kita.”

“Lalu mengapa aku begitu kesakitan? Apa memang ini yang terbaik???!!!” Sang Raja marah, lalu penasehat pun di jebloskan ke penjara.

Setelah seminggu kemudian, sang Raja melakukan perburuan ke hutan bersama beberapa prajuritnya tanpa didampingi penasehatnya. Pada saat beburu sang Raja terpisah dengan rombongan dan tersesat hingga masuk wilayah yang dihuni sekumpulan suku pedalaman. Saat itu suku pedalaman hendak memberikan persembahan untuk Dewa berupa tumbal. Melihat ada seorang rupawan masuk ke wilayah mereka, serta merta sang Raja yang tersesat di tangkapnya untuk dijadikan tumbal, lalu dihadapkan kepada kepala suku.

“Wahai Baginda, kami menemukan seorang yang rupawan yang pantas kita jadikan persembahan bagi Dewa Agung kita." mereka memberitahu hal tersebut kepada kepala suku.

"Bawa kemari dan perlihatkan padaku!" ujar kepala suku.

Setelah dilihat kepala suku mendapati luka pada jari Raja yang akan dijadikan tumbal.

Serentak kepala suku berkata, "Dia tidak pantas untuk dijadikan tumbal karena ada kecacatan pada jari tangannya.”

Dan dibebaskanlah raja itu. dengan terberit-berit sang Raja lari dan mencoba keluar. Setelah sampai diistana ia langsung menghampiri penasehatnya yang sedang mendekam dipenjara, lalu menceritakannya peristiwa yang dialaminya. Sang Raja mengakui akan benar perkataan penasehatnya bahwa takdir Allah pasti yang terbaik untuk kita.

Dikirim Oleh Bapak Moch Ridwan

7 Tips Mulai Bisnis Bagi Anak Muda

Menjalankan bisnis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa dibayangkan sulitnya mengawali sebuah bisnis. Jatuh bangun sudah biasa dialami.

Apalagi bila kalian masih berusia muda. Usai kuliah, biasanya tidak tahu apa yang akan dilakukan selain mencari kerja. Dalam situasi seperti ini, diperlukan tips dan trik dalam menjalankan suatu bisnis.


Berikut ini tujuh tips dan trik yang harus dipersiapkan sebelum membuka usaha seperti dikutip okezone dalam buku bertajuk 99 Bisnis Anak Muda, karya Malhayanti dan Hendry E Ramdhan.

Lihat kecenderunganmu

Beragam pilihan untuk berbisnis mulai dari bisnis penjualan barang, jasa, pemikiran atau bidang lain dapat dijadikan pilihan untuk setiap orang membuka usaha. Namun semua usaha itu tidak dapat dikerjakan sendiri karena keterbatasan yang dimiliki setiap orang.

Untuk itu, sebelum membuka usaha ada baiknya dilihat dulu bidang dan kecenderungannya, sehingga saat menjalankan usaha yang akan ditekuni akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan diinginkan.

"Jika berbisnis berdasarkan kecenderungan diri, pasti akan senang untuk menjalankannya karena bisnis tersebut sesuai dengan jiwa pebisnis yang akan menjalani bisnisnya," tutur Malhayanti.

Jangan lupa niat (motivasi)

Perlunya meniatkan bisnis untuk keperluan yang baik-baik. Misalnya, untuk meringankan beban orangtua, mau mandiri, mau punya banyak pengalaman, dan lain-lain.

Mengapa motivasi penting? Karena ketika motivasi mulai turun, kalian bisa bangkit lagi jika ada sesuatu yang akan dicapai, sehingga bisa bersemangat lagi untuk mengembangkan bisnis.

Kejujuran dan kepercayaan

Dengan kejujuran, akan mudah mendapat kepercayaan orang yang merupakan modal yang sangat besar untuk kelangsungan bisnis. Saat ini kejujuran menjadi barang langka, sangat sulit ditemukan dan sangat berharga, sehingga kejujuran perlu dijaga.

Kreativitas dan inovasi tiada batas

Ciri khas menjadi hal terpenting bagi bisnis. Begitu pun inovasi, karena ketika produk yang diproduksi ditiru oleh orang lain, maka sikap positif yang perlu dilakukan yaitu segera membuat inovasi baru.

Promosi dengan pameran

Momen pameran bisa dijadikan salah satu alternatif untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Dengan mengikuti pameran hanya mengeluarkan uang untuk membayar stan tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memasang iklan. Jangan lupa untuk mencantumkan kartu nama agar mudah dihubungi.

Manajemen waktu

Meluangkan waktu untuk keluarga atau orang terdekat adalah hal yang penting di tengah kesibukan berbisnis. Baik itu untuk sekadar mengendurkan urat syaraf dengan aktifitas berbisnis.

Mental yang tangguh

Butuh mental setangguh baja untuk bertahan dan terus mengembangkan bisnis. Menyeting mental yang tangguh tersebut tentu saja tidak muncul begitu saja tanpa ada proses latihan yang terus menerus. (ade)

Sumber : okezone.com

Minggu, 01 April 2012

Ade Bungsu, Berhasil Geluti Profesi Langka

Tidak banyak orang yang menyukai bidang ilmu matematika yang sarat dengan hitung-hitungan dan angka. Namun, ketika menguasai dan menekuni ilmu ini, sepertinya karir pun terasa mudah. Ini bisa terjadi, salah satunya, karena tidak banyak orang yang berhasil menguasainya. Kira-kira seperti itulah pengalaman yang dihadapi Ade Bungsu, yang kini menjabat sebagai Chief Marketing Officer Head of Syariah PT AIA Financial.

Lulusan Departemen Matematika, Fakultas MIPA Universitas Indonesia ini, mengambil jalur matematika aktuaria dalam studinya. Apa alasannya mengambil jalur ini? "Ya, kalau saya melihat karena jalur profesi aktuaris itu kan masih langka. Kalau saya lihat dulu ini adalah profesi yang dicari gitu terutama untuk di dunia asuransi. Karena suplainya (masih) sedikit," ujar Ade kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (2/11/2011).
Selepas menyelesaikan kuliahnya, ia pun langsung mengaplikasikan ilmunya di dunia asuransi. Tepatnya menjadi seorang actuarial executive di PT Prudential Bancbali Life Assurance pada tahun 1995. Menurutnya, bekerja di bidang yang sesuai dengan ilmunya merupakan hal yang ia sukai. "Itu yang paling penting," tegas Ade.
Ada sekitar 15 tahun ia bekerja di perusahaan tersebut. Dan, sempat juga beralih perusahaan asuransi hanya beberapa bulan saja pada tahun 2003. Dengan kata lain, ia berusaha menekuni profesi yang langka ini.
Tapi, ayah dari dua anak ini mengaku banyak suka dan duka selama menggeluti pekerjaan sebagai aktuaris. Kesulitannya, terutama saat menempuh kualifikasi sebagai aktuaris itu sendiri. "Itu kan ada 10 mata ujian profesi yang harus kita lewati. Itu nggak sebentar untuk lakukan itu. Saya enam tahun baru lulus," terang dia.
Biasanya, kualifikasi ini ditempuh selama 5-7 tahun. "Jadi, memang itu nggak gampang, dan memang nggak banyak kan yang mendalami profesi aktuaris," sebutnya.
Apa itu aktuaris? Untuk diketahui saja, berdasarkan informasi dari situs Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), aktuaris itu adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Untuk jumlah aktuaris, baru ada sebanyak 180 aktuaris dan 200 ajun aktuaris yang terdaftar sebagai anggota PAI, yang merupakan perhimpunan resmi aktuaris nasional.
Ade sendiri menjabat sebagai Wakil Ketua PAI bidang hubungan industrial hingga saat ini. Kemudian, demi memenuhi tuntutan profesi yang telah belasan tahun dijalaninya, ia pun tidak bisa hanya bersandar pada pendidikan strata satunya saja. Hampir setiap tahun ia mengikuti baik itu seminar, pelatihan ataupun kursus. Menurutnya, kegiatan-kegiatan itu penting untuk diikuti. Tidak berarti setelah menguasai ilmu matematika, menjadi aktuaris, kemudian ia hanya 'berdiam diri.'
"Dalam perjalanan karir itu kan kita perlu terus develop (pengembangan). Caranya itu kita aktif mengikuti workshop, konferensi, selain pendidikan formal kita. Karena itu nggak kita dapat waktu di kuliah," tutur Ade yang mengikuti seminar hingga ke Jerman.
Kontribusinya, terang dia, sangat banyak. Ia bisa mengenal asuransi syariah, bagaimana cara pengembangan produk, bisnis hingga manajemen. Ia pun cenderung lebih banyak bergelut pada pengembangan produk dan pemasaran. Apa yang dilakukannya ini memang sesuai dengan profesi aktuaris. Jadi, tidak hanya sekedar hitung-hitungan keuangan perusahaan saja. Tapi, memang posisi itu untuk melakukan perhitungan dalam membuat suatu produk asuransi. "Ya sejauh ini saya melihat paling tidak jalurnya sudah on-track ya. Jalurnya nggak nyimpang-nyimpang sesuai dengan background pendidikan saya," ucap dia ketika ditanya mengenai keseluruhan karirnya.
Kini, ia akan berkonsentrasi di jabatan yang baru dijabatnya sejak November 2010. Ade mengaku, ia akan berusaha mengembangkan perusahaan. Baik itu melalui pemasaran, branding, hingga komunikasi. Tantangannya saat ini, lanjut dia, yakni bagaimana mensosialisasikan kebutuhan akan proteksi dari asuransi. Ini harus disosialisasikan sekalipun AIA Financial masih fokus di produk asuransi unit-link, yakni produk yang lebih dikenal sebagai suatu investasi ketimbang proteksinya. "Karena bagaimanapun kita harus kembali ke kebutuhan dasarnya adalah asuransi jiwa memberikan proteksi perlindungan jiwa," ungkapnya.
Sebelumnya, ia pun mengaku sempat kesulitan dalam menawarkan produk asuransi jenis unit-link ini. Saat itu, kata dia, hal yang paling menantang adalah terjadinya pergeseran dari produk asuransi jiwa yang menawarkan hasil pengembangan investasi yang dijamin kepada hasil investasi yang berdasarkan hasil investasi sesuai kinerja pasar. "Hal ini bukanlah hal yang mudah karena harus merubah cara pendekatan proses penjualan asuransi jiwa," jelas dia.
Oleh karena itu, di sini dibutuhkan hal-hal kreatif dalam menawarkan produk. Transparasi harus dikedepankan di mana nasabah dapat memilih jenis investasi sesuai dengan profil risikonya.
Terhadap dunia asuransi nasional, ia berharap akan terus terjadi pertumbuhan. Indonesia punya potensi besar untuk pasar asuransi jiwa. Pertama, penetrasi asuransi jiwa masih rendah. Dan, alasan keduanya karena kesenjangan proteksi masih ada. Artinya, masih banyak penduduk Indonesia yang belum memegang polis asuransi. Oleh karena itu, harap dia, industri harus terus melakukan edukasi dan sosialisasi pentingnya proteksi asuransi jiwa dan kesehatan pada khususnya. "Melalui edukasi ini mereka perlu mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan yang memadai atas proteksi asuransinya," ungkap Ade.
Sementara itu, menurut dia, pemerintah sebagai regulator sebenarnya sudah memiliki cetak biru yang jelas dan lengkap tentang industri asuransi jiwa ke depan. Misalnya saja, pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan bagaimana membangun industri ini ke depan. Upaya pemerintah ini harus didukung. "Karena bisnis asuransi jiwa adalah bisnis jangka panjang dan tentunya masih sangat banyak kemajuan yang akan dicapai dalam asuransi jiwa di masa mendatang," tutup dia.

Sumber : kompas.com

Pemerintah Itu Motivator Handal


Pemerintah berusaha memotivasi rakyatnya dengan isyu kenaikan BBM yang sudah diluncurkan mulai akhir bulan lalu dan rencanan akan di naikkan pada tanggal 1 april 2012.
Dengan isyu itu maka pemerintah berhasil menaikkan harga berbagai kebutuhan masyarakat dengan isyu kenaikan BBM, ketika BBM ditunda kenaikkannya, harga berbagai kebutuhan tetep naik dan itu berlangsung cukup mulus tanpa protes yang berarti.

Dengan adanya kenaikkan berbagai harga kebutuhan masyarakat maka otomatis margin profit yang diperoleh oleh para pengusaha semakin besar kan.
Dengan profit yang semakin gede maka para pengusaha akan bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahterakan para karyawannya yang berprestasi. Kan memang makin berprestasi seseorang pastilah semakin naik penghasilannya, begitu info dari teori hukum alam.
Selain itu pemerintah pun makin membuka peluang bisnis dan lapangan kerja yang cukup banyak pasca demo kenaikan BBM. Akibat demo banyak kerusakan yang terjadi hampir di semua kota di indonesia, berbagai kerusakan itu pastilah harus segera dibetulkan dan peluang ini yang ditawarkan pada para pengusaha.
Dengan banyaknya peluang artinya akan banyak order, dengan banyaknya order maka para pengusaha akan butuh banyak tenaga kerja. Lapangan kerjapun terbuka bagi masyarakat yang rajin dan mau kerja. Buat masyarakat yang pemalas tentunya gak akan kebagian.
Selain itu diproyek-proyek perbaikan para pekerja dan pengusaha akan membutuhkan berbagai sektor pendukung seperti makanan, minuman, broker dan masih banyak lainnya.
Artinya pemerintah berhasil membuka lagi mata masyarakat yang jeli untuk menangkap peluang ini. Bisa dengan buka warung makan di dekat proyek, atau warung kebutuhan pokok disekitar proyek atau bahkan bisa menjadi broker atau makelar proyek.
Kegiatan ekonomi akan berputar lebih cepat apalagi dengan tanpa adanya kenaikan harga BBM.
Memang pemerintah kita merupakan motivator handal pada rakyatnya yang sekarang mengaku sebagai pengusaha atau yang ingin jadi pengusaha atau yang ingin bisa menangkap peluang bisnis.
Terima kasih pemerintah, kalian memang motivator handal buat kami.
dari Samurai - @sa_murai
Sumber : kompasiana.com

Farry, Sukses Berbisnis Mebel Jutaan Dollar


Jika bukan karena orang tuanya, Farry Tandean tidak mungkin bekerja sebagai pengusaha mebel dan interior. Selain membuat mebel dengan desain inovatif, ia juga berbisnis ubin dan panel dekoratif berbahan limbah batok kelapa.

Di saat bisnis mebel ekspor melesu, sebagian orang bakal menganggap industri ini sedang tiarap. Padahal, jangan salah, sebagian kecil eksportir tetap bertahan. Salah satunya adalah Farry Tandean. Pemilik PT Jati Vision Raya (Java) dan Cocomosaic Indonesia ini tetap bertahan dan mengekspor produk mebel dengan desain inovatif ke pelbagai negara.


Sejak memulai bisnis mebel 16 tahun silam, Farry memang berorientasi mengekspor produk ke luar negeri. Ia merupakan salah satu dari sedikit produsen mebel asal Cirebon yang sejak puluhan tahun silam aktif menjaring pembeli (buyer) luar negeri lewat pelbagai pameran. Saat ini banyak pembelinya berasal beberapa negara di Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Ia juga punya perwakilan penjualan di puluhan negara.

Tiap tahun, pendapatan Farry dari ekspor produk mebel bisa mencapai 5 juta–7,5 juta dollar AS. Salah satu keunggulan bisnis Java adalah memberi nilai lebih pada produk mebel dengan kualitas dan inovasi desain. Baru-baru ini, produk Cocomosaic berhasil masuk dalam lima besar Gaia Award 2011 di Dubai. Penghargaan ini diberikan bagi produk inovatif di bidang konstruksi dan bangunan yang ramah lingkungan.

Lahir dari keluarga pedagang kelontong di Cirebon, sejak kecil 45 tahun silam, orang tua Farry biasa menerapkan disiplin dalam penggunaan keuangan. Impian orang tuanya adalah anak-anaknya sekolah di luar negeri. “Saya rela tidak dibelikan mobil demi bisa bersekolah di Amerika,” ungkap anak keenam dari tujuh bersaudara ini.

Alhasil, setelah menyelesaikan SD dan SMP di Cirebon, saat kelas III SMA, Farry dikirim orang tuanya ke Kanada untuk persiapan kuliah di Amerika Serikat. Pada tahun 1990, Farry menamatkan pendidikan di University of Minessota, dengan menyabet dua gelar master di bidang electrical engineering dan computer science. Semuanya diselesaikan dengan predikat magna cum laude.

Setelah kuliah, Farry ikut program management trainee di General Electric sebagai accelerated candidate untuk fast track Information Systems Management Program (ISMP). Meski bergaji 35.000 dollar AS per tahun, ia merasa ada yang kurang. “Mungkin karena orang tua saya pedagang, ada yang kurang jika saya hanya menjadi karyawan,” katanya.

Pada tahun 1993, Farry memutuskan pulang ke Cirebon atas permintaan orang tuanya. Sebagai anak lelaki pertama di keluarga, ia merasa punya tanggung jawab besar merawat orang tuanya yang sudah tua. “Kakak-kakak perempuan saya ikut suami ke luar negeri, sementara saya dan adik lelaki saya di Cirebon,” katanya.

Usaha pertama Farry adalah meneruskan toko kelontong orang tuanya. Tiap bulan, ia hanya mendapat uang jajan sebesar Rp 500.000. Ia juga ikut membantu mengelola pemasaran bisnis adiknya, Wika Tandean. “Adik saya menjual rotan mentah ke perusahaan mebel di Cirebon,” katanya.

Masuk ke bagian pemasaran membuat Farry mengenal banyak buyer rotan dan mebel dari luar negeri. Suatu saat, ia mendapat tawaran dari seorang buyer dari Jepang untuk memasok keperluan mebel ke Jepang. Alhasil, dengan modal Rp 300 juta dari orang tua, pada tahun 1993, ia mendirikan perusahaan patungan yang khusus menggarap pasar mebel untuk diekspor ke Jepang.

Kurang lebih satu setengah tahun berkongsi, Farry memilih mandiri dengan membuat perusahaan sejenis untuk menggarap pasar di luar Jepang. Tahun 1995, ia mendirikan Java. Saat pengusaha rotan dan mebel masih bergantung pada buyer yang datang, ia sudah aktif menawarkan produk lewat pameran. “Sampai-sampai kegiatan produksi dan kualitas kami kadang terbengkalai,” katanya.
Berkah krismon
Lantaran Farry menerapkan standar kualitas produk Eropa dan Amerika, para buyer langsung tertarik menjadi pelanggan. Pada tahun 1998, bisnisnya semakin besar. Saat terjadi devaluasi parah, sebagai eksportir ia malah pesta pora. “Saya bisa mendapatkan untung Rp 100 juta dengan hanya mengirimkan 1.000 keranjang kecil seharga 12 dollar AS per unit,” ujarnya. Saat itu, biaya produksinya hanya Rp 15.000, tapi kurs Rp 10.000–Rp 12.000 per dollar AS.

Tahun itu juga, Farry memindahkan usaha di lokasi seluas 50.000 meter persegi. Kini, di atas lokasi itu sudah berdiri tiga pabrik dan tiga ruang pamer. Perusahaan ini punya tiga divisi: Java, Bali luz (lampu dekoratif), dan Valentti Lifestyle.

Untuk memperluas pasar, tahun 2010, Farry mendirikan Cocomosaic yang mengolah limbah batok kelapa menjadi material dekoratif nan eksotis untuk keperluan arsitektur dan desain interior. Pasarnya ada di puluhan negara.

Farry mendapat pasokan batok kelapa dari masyarakat. Ia berharap, dalam tiga tahun, Cocomosaic bisa menambah nilai ekspor Java mencapai lebih dari Rp 30 miliar. (Dian Pitaloka Saraswat/Kontan)

Kiat Berwirausaha ala Jokowi


Dalam waktu yang terbilang singkat yakni sekitar 30 menit, Wali Kota Solo, Joko Widodo memaparkan apa saja yang harus diperhatikan ketika kita mau berwirausaha.
"Tahun 1988 , saya mulai usaha (mebel) dari minus," sebut Jokowi, begitu kerap ia disapa, kepada para peserta seminar Pesta Wirausaha Tangan Di Atas 2012 , di Jakarta.  

Mengapa minus? Ia mengaku memulai usaha mebel dengan meminjam modal dari bank. Produksi pun hanya dilakukan oleh empat orang tukang termasuk dirinya dengan bengkel kerja ukuran 8x4 meter yang statusnya sewa.
Tetapi, sasaran pasarnya tidak sebatas Solo, tetapi sampai ke Jogjakarta dan Jakarta. Ia pun mengungkapkan, keuntungan yang didapat dari tiap barang lebih besar di pasar domestik ketimbang pasar ekspor. Tetapi jumlah pesanannya sedikit, bahkan pernah tidak dibayar.
Inilah gambaran sekilas mengenai usaha mebelnya. Ia mengaku jatuh bangun dalam mengembangkan usaha ini. Tetapi, kata Jokowi, ketika ia jatuh ia harus bangkit lagi. Lalu, tidak lantas ia mencari peruntungan di produk lainnya.
Ia berusaha konsisten di usaha mebel. "Bahwa produk apapun harus ditekuni. Jangan pindah-pindah usaha," tegas Jokowi.
Lalu, Jokowi menyebutkan bahwa ketika ada kesempatan itu harus diambil. Tetapi, ia mengingatkan, perlu juga diperhitungkan risikonya. Terkait ini, ia bercerita, sepulangnya dari pameran di Singapura, ia mendapat tantangan untuk mengekspor satu bulan sebanyak 18 kontainer. Padahal saat itu, ia hanya mampu mengekspor satu kontainer dalam 3 bulan.
Dikatakan Jokowi, saat itu adalah detik-detik yang paling sulit dalam hidupnya. Dengan memperhitungkan risikonya, ia pun mengambil tantangan itu. "Dari sini, kita bisa loncat ke level yang lebih tinggi," ucap dia sebagai alasannya mengapa dia mengambil kesempatan meningkatkan volume ekspor.
Lebih lanjut, ia menerangkan, bagaimana membangun merek itu penting sekali. Produk harus identik dengan produsen dan identik dengan perusahaannya. "Sebagus apapun produk, tapi kalau manajemen produknya tidak baik, ya tidak kelihatan (produknya oleh pasar)," tegas Jokowi yang kini menjadi brand ambassador mobil nasional Kiat Esemka yakni rakitan sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo.
Dalam berwirausaha, Jokowi juga berpesan jangan sekali-kali pengusaha masuk ke dalam zona nyaman. Masuklah ke zona yang banyak tantangan. "Jangan sekali-kali masuk ke zona nyaman. (Jika masuk) habislah kita," pungkas Jokowi yang juga menyatakan meluangkan waktu hingga 9 jam hanya untuk bekerja.

Sumber : kompas.com